Ketika itu, aku rasa semua akan berjalan baik baik saja.
Tanpa terhirau kekhawatiran yang merana.
Kala itu, aku rasa semua akan iya.
Namun deru mendebu semua dusta.
Seharusnya, aku tak seperti kala.
Dan akhirnya mnciptakan lara.
Gelas kaca sekarang pecah.
Tak akan dapat berubah.
Tertusuk tajam kaca gelas pecah.
Biar, biarkan lihat saja.
Kalaupun iya pasti bertindak.
Kalaupun tidak pasti tertebak.
Kamis, 10 Agustus 2017
Gelas gelas kaca
Jumat, 24 Februari 2017
Lalu apa ?
Setelah sekian lamanya tak berair mata
Mungkin diriku membeku
Juga hatiku. Menangis pilu.
Melemah, dayaku melemah
Tak kokoh seperti dulu.
Hancur, hampir hancur.
Ingin ku teteskan air mata
Boleh kah?
Lalu apa setelah air mata?
Langganan:
Komentar (Atom)